http://akbarkurniawan.web.id

Rabu, Juni 23, 2010

Alhamdulillah, sekarang saya sudah punya domain sendiri, yaitu akbarkurniawan.web.id. Jadi isi akbarkurniawan.wordpress.com dipindah kesitus tersebut.


Mari Sejenak Berbicara Tentang Zodiak

Sabtu, Juni 19, 2010

Penulis: Abu ‘Uzair Boris Tanesia
Muroja’ah: Ust Ahmad Daniel, Lc.
(Alumni Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Sekarang dosen di STDI Imam Syafi’i Jember)

Ramalan Anda minggu ini:
Zodiak: Aquarius
Pekerjaan: Mulai menjalankan pekerjaan yang tertunda.
Asmara: Patah semangat dan jenuh.
Keuangan: Rezeki yang diperoleh ternyata tidak sebanding dengan usaha yang anda lakukan.

Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, tulisan kami di atas sama sekali bukan bermaksud untuk menjadikan website ini sebagai website ramalan bintang, akan tetapi tulisan di atas merupakan kutipan dari sebuah website yang berisi tentang ramalan-ramalan nasib seseorang berdasarkan zodiak. Ya, ramalan zodiak atau yang biasa dikenal dengan ramalan bintang sudah menjadi “gaya hidup” modern anak muda sekarang. Terlebih khusus lagi bagi para pemudi (bahkan muslimah). Namun, alangkah baiknya apabila kita meninjau ramalan bintang ini berdasarkan syariat islam.
Ramalan Bintang Termasuk Ilmu Nujum/Perbintangan

Zodiak adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan. Zodiak yang dikenal sebagai lambang astrologi terdiri dari 12 rasi bintang (Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces). Zodiak ini biasa digunakan sebagai ramalan nasib seseorang, yaitu suatu ramalan yang didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak (disarikan dari website Wikipedia). Dalam islam, zodiak termasuk ke dalam ilmu nujum/Perbintangan.

Ramalan Bintang Adalah Sihir

Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR Ahmad dengan sanad hasan). Hadits ini dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa ilmu nujum (yang termasuk dalam hal ini adalah ramalan bintang) merupakan bagian dari sihir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa apabila ilmu nujumnya itu bertambah, maka hal ini berarti bertambah pula ilmu sihir yang dipelajari orang tersebut. Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (Qs. Al Baqarah: 102)

Ramalan Bintang = Mengetahui Hal yang Gaib

Seseorang yang mempercayai ramalan bintang, secara langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa ada zat selain Allah yang mengetahui perkara gaib. Padahal Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Dia. Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (Qs. An Naml: 65). Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi besok, sebagaimana firmanNya yang artinya “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Luqman: 34). Klaim bahwa ada yang mengetahui ilmu gaib selain Allah adalah kekafiran yang mengeluarkan dari islam.

Ramalan Bintang = Ramalan Dukun

Setiap orang yang menyatakan bahwa ia mengetahui hal yang gaib, maka pada hakikatnya ia adalah dukun. Baik dia itu tukang ramal, paranormal, ahli nujum dan lain-lain. (Mutiara Faidah Kitab Tauhid, Ust Abu Isa Hafizhohullah) Oleh karena itu, ramalan yang didapatkan melalui zodiak sama saja dengan ramalan dukun. Hukum membaca ramalan bintang disamakan dengan hukum mendatangi dukun. (Kesimpulan dari penjelasan Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dalam kitab At-Tamhid).

Hukum Membaca Ramalan Bintang

Orang yang membaca ramalan bintang/zodiak baik itu di majalah, koran, website, melihat di TV ataupun mendengarnya di radio memiliki rincian hukum seperti hukum orang yang mendatangi dukun, yaitu sebagai berikut:

Jika ia membaca zodiak, meskipun ia tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah “Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)

Jika ia membaca zodiak kemudian membenarkan ramalan zodiak tersebut, maka ia telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).

Jika ia membaca zodiak dengan tujuan untuk dibantah, dijelaskan dan diingkari tentang kesyirikannya, maka hukumnya terkadang dituntut bahkan wajib. (disarikan dari kitab Tamhid karya Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dan Qaulul Mufid karya Syeikh Utsaimin dengan sedikit perubahan).

Shio, Fengshui, dan Kartu Tarot

Di zaman modern sekarang ini tidak hanya zodiak yang digunakan sebagai sarana untuk meramal nasib. Seiring dengan berkembangnya zaman, ramalan-ramalan nasib dalam bentuk lain yang berasal dari luar pun mulai masuk ke dalam Indonesia. Di antara ramalan-ramalan modern impor lainnya yang berkembang dan marak di Indonesia adalah Shio, Fengshui (keduanya berasal dari Cina) dan kartu Tarot (yang berasal dari Italia dan masih sangat populer di Eropa). Kesemua hal ini hukumnya sama dengan ramalan zodiak.

Nasib Baik dan Nasib Buruk

Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, jika ukhti renungkan, maka sesungguhnya orang-orang yang mencari tahu ramalan nasib mereka, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mereka menginginkan nasib yang baik dan terhindar dari nasib yang buruk. Akan tetapi, satu hal yang perlu kita cam dan yakinkan di dalam hati-hati kita, bahwa segala hal yang baik dan buruk telah Allah takdirkan 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, sebagaimana Nabi bersabda “Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim). Hanya Allah yang tahu nasib kita. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hal yang baik dan terhindar dari hal yang buruk, selebihnya kita serahkan semua hanya kepada Allah. Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Qs. Ath Thalaq: 3). Terakhir, ingatlah, bahwa semua yang Allah tentukan bagi kita adalah baik meskipun di mata kita hal tersebut adalah buruk. Allah berfirman yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216). Berbaik sangkalah kepada Allah bahwa apabila kita mendapatkan suatu hal yang buruk, maka pasti ada kebaikan dan hikmah di balik itu semua. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Adil terhadap hamba-hambaNya.

***

Sumber:http://muslimah.or.id/aqidah/mari-sejenak-berbicara-tentang-zodiak.html


Sukses Bisnis Karena Hoki

Sabtu, Juni 19, 2010

oleh: Zainal Abidin, Lc.

Langkah yang ditempuh para pembisnis dalam melancarkan usahanya beraneka ragam ada yang realistis dan ada pula yang tidak realistis. Yang realistis mereka menempuh cara dengan perbaikan manajemen, mengikuti training leadership, memperketat peraturan perusahaan, memperluas jaringan marketing, dan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Sedangkan mereka yang menempuh cara yang tidak realistis dengan menggunakan jasa dukun, meyakini hoki, neptu lahir atau pergi ke kuburan keramat.

Banyak kita saksikan para usahawan kita bila menghadapi kepanikan bisnis mereka berlomba-lomba mendatangi paranormal karena mereka beranggapan bahwa para normal mengetahui hal-hal ghaib yang bisa membantu membangkitkan kembali bisnisnya, atau bisa mencarikan bentuk usaha yang membawa hoki. Dan yang lebih aneh lagi mereka mendatangi kuburan para wali dan tempat keramat untuk melancarkan rizkinya, memudahkan lobi bisnisnya, membantu kenaikan pangkatnya, mengairi ladang yang kering dan sebagainya, karena mereka meyakini bahwa para wali di alam barzah dan tempat keramat memiliki kekuatan ghaib yang berkaitan masalah rizki atau lainnya, mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah suatu bentuk kesyirikan dan menghilangkan ketawakalan kepada Allah serta ketergantungannya kepada ar-Razaq (dzat pemberi rizki), sementara kunci rizki dan perbendaraan bumi ditangan Allah:

“Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami”.( al-Munafiqun: 7).

Pengusaha Muslim harus meninggalkan cara-cara yang tidak realistis untuk mengembangkan usahanya apalagi mendatangi dukun ataupun tempat-tempat keramat karena hal itu akan mendatangkan murka Allah dan menumbuhkan rasa ketergantungan kepada makhluk dan paranoid dalam usaha, sementara rizki bila telah menjadi bagian kita tidak akan  lari sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam:

”Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, maka rezekinya akan menemuinya sebagaimana kematian menemuinya.”
(1)

Begitu pula membenarkan apa yang mereka kabarkan merupakan pelanggaran besar dan mendatangkan murka Allah berdasarkan hadits dari Imram bin Hushain berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

“Bukan dari golongan kami orang yang menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda, burung dan lain-lain, yang bertanya dan yang menyampaikan, atau bertanya kpada dukun dan yang mendukuninya atau yang menyihir dan yang meminta sihir untuknya, dan siapa saja yang membuat buhulan dan barangsiapa yang mendatangi kahin dan membenarkan apa yang di katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.”(2)

Tentang hukum mendatangi dukun, Imam Al Qurtubi rahimahulloh berkata:

“Wajib bagi setiap orang yang mampu, baik da’i atau yang lainnya, untuk mengingkari orang yang melakukan perbuatan perdukunan di pasar dan mengingkari dengan keras terhadap siapa saja yang mendatangi para dukun. Tidak boleh kita tertipu, karena apa yang diberitakan itu benar atau banyaknya orang yang datang kepada mereka atau menggunakan julukan ahli ilmu. Sebenarnya mereka bukanlah ahli ilmu, tetapi yang lebih tepat adalah orang bodoh, karena mereka masih melakukan perbuatan yang terlarang.”(3)

Ada seorang jamaah bercerita bahwa dirinya pernah mempergunakan jasa dukun untuk melariskan dagangannya. Singkat cerita, benar apa yang dikatakan sang dukun dan tidak berapa lama usahanya maju dengan pesat, sehingga dia bergelimang dengan harta, keluarganya dimanjakan dengan kemewahan bahkan dia bingung bagaimana harus mempergunakan uangnya. Akan tetapi suatu saat, karena ia tidak bisa memenuhi apa yang diwajibkan jin atas dirinya, dalam sekejap usahanya hancur, hutang-hutangnya pun menumpuk dan para suplier tak henti-henti menagihnya. Karena merasa tidak sanggup menghadapai beban berat hidupnya ia meninggalkan tempat usahanya dan pergi ke Jakarta. Akan tetapi Jin-jin yang selama ini membantunya senantiasa meneror diri dan keluarganya dengan gangguan-gangguan yang berupa ular-ular kecil yang selalu muncul di tiap sudut lantai keramik rumahnya.

Setelah hubungan dirinya dengan dunia klenik tidak lancar, kepercayaan dirinyapun hilang, ia menjadi lemah dan mudah berputus asa, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan memulai usaha dari mana. Selama ini, dalam menjalankan usahanya ia selalu bergantung dengan arahan dan ramalan paranormal.

Dari kasus tersebut saya berkesimpulan bahwa mereka adalah orang-orang yang takut dengan masa depan, mereka akan optimis jika digambarkan masa depannya cemerlang, sebaliknya mereka berubah menjadi pesimis jika dikatan bahwa masa depannya suram dan tidak menguntungkan. Bila hal ini diteruskan dan dia tidak bertaubat memohon ampunan kepada Allah subhanahu wata’ala dan mengembalikan keyakinannya kepada Allah ia akan menjadi manusi yang kehilangan kepercayaan, hidup diliputi dengan kecemasan dan takut menatap masa depan.

Lihatlah bagaimana mereka dipermainkan oleh sang dukun yang telah bekerja sama dengan koleganya dari bangsa jin untuk menyengsarakan para pengusaha yang bingung untuk mencari solusi ternyata malah makin terpuruk ibarat sudah jatuh sambil duduk, tertimpa tangga dan terbentur tembok. Maka hendaknya seorang pengusaha muslim harus tetap istiqamah dalam menghadapi rintangan bisnis, tetap optimis dalam keterpurukan, sambil terus bangkit mencari solusi dan jalan keluar yang disertai tawakkal dan  yang tidak kalah pentingnya adalah berdoa kepada Allah memohon kemudahan dan jalan keluar serta mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai amal shalih. Kejarlah yang punya rizki yaitu Allah ta’ala jangan hanya pandai mengejar peluang rizki.

Wahai saudaraku, sederhanalah dalam mencari harta. Jangan rakus dan membabi buta tanpa memerhatikan aturan agama, dan jangan menodai hak orang lain, karena rezekimu tidak akan berpindah ke tangan orang lain, seorang hamba dalam mengarungi kehidupan hanya butuh terhadap tiga pilar karena tidak akan sukses kecuali dengannya: bersyukur, mencari kesehatan, dan bertobat dengan tobat nasuha.(4)

Footnote:
1. Lihat Shahihul Jami’ no: 5240.
2. Dikeluarkan Al-Bazzar sebagaimana dalam Kasyful Astaar 3/399  No.3044. At-Thabrani dalam al-Mu’jam Al-kabir 18/162  No.355 dan disebutkan oleh Al-Albani dalam Shahihil Jaami’ 2/956.
3. Lihat Ahkamul Qur’an, al-Qurthubi, 2/ 44.
4. Lihat al-Fawaid, Ibnu Qayyim, hal. 288.

Sumber: http://www.zainalabidin.org/?p=181


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.